Desa Serengkah, yang adalah pusat paroki ini, adalah cikal bakal masuknya Katolik di Tanah pesaguan (Ketapang). Berawal dari datangnya 5 keluarga Tionghoa Katolik dari Tiongkok Selatan pada tahun 1910 ke Ketapang, di mana sambil berdagang mereka berusaha menyebarkan Injil.
Sampai suatu ketika seorang di antara mereka, Tan A Hak, menetap di Serengkah dan mendapati banyak orang Dayak yang tertarik untuk belajar agama; kabar tersebut berhasil memikat Mgr. Jan Pacificus Bos, OFMCap -- Prefek Apostolik Dutch Borneo yang berkedudukan di Pontianak—untuk datang ke Serengkah pada Januari 1918 dan menjadikannya pusat misi di Ketapang yang akhirnya menyebar ke daerah lain di Ketapang.
Jadwal Perayaan Ekaristi
Misa Sabtu Sore
Sabtu: 17.00 WIB
Misa Hari Minggu
Minggu Pagi I: 08:00 WIB
Gereja Paroki
Layanan Sekretariat Paroki
Jam Operasional Sekretariat:
Senin - sabtu: 08.00 - 16.00 WIB
Minggu & Hari Libur Nasional: Tutup
Layanan Administrasi: Surat Pengantar Baptis, Surat Izin Menikah, Intensi Misa, dan Administrasi Lingkungan.